Free download Artikel, Gamez, Software, dll

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksa/Heksadesimal



Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal | Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin coba menjabarkan tahap2 sederhana proses konversi bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal. sebenarnya ini materi yang saya dapat saat kuliah, merasa perlu diabadikan jadi saya sudah merangkumnya Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal & Heksadesimal  secara lengkap disertai contoh-contohnya.
  1. Bilangan desimal (decimal) adalah bilangan yang menggunakan 10 angka mulai 0 sampai 9 berturut2. Setelah angka 9, maka angka berikutnya adalah 10, 11, 12 dan seterusnya. Bilangan desimal disebut juga bilangan berbasis 10. 
    • Contoh : 1710
  2. Bilangan biner (binary) adalah bilangan yang hanya menggunakan 2 angka, yaitu 0 dan 1. Bilangan biner juga disebut bilangan berbasis 2. Setiap bilangan pada bilangan biner disebut bit, dimana 1 byte = 8bit. 
    • Contoh : 1101112.
  3. Bilangan oktal (octal) adalah bilangan berbasis 8, yang menggunakan angka 0 sampai 7. 
    • Contoh : 178.
  4. Bilangan heksadesimal/Heksa (hex), atau bilangan heksa, atau bilangan basis 16, menggunakan 16 buah simbol, mulai dari 0 sampai 9, kemudian dilanjut dari A sampai F. Jadi, angka A sampai F merupakan simbol untuk 10 sampai 15. 
    • Contoh : C516.
Berikut ini akan dibahas satu persatu bilangan tersebut serta bagaimana cara melakukan konversi antar basis bilangan :
  1. Bilangan Desimal (decimal)
    • Cara konversi desimal ke basis lainnya
    • Konversi desimal ke biner
    • Konversi desimal ke oktal
    • Konversi desimal ke heksadesimal
  2. Bilangan Biner (binary)
    • Konversi biner ke desimal
    • Konversi biner ke oktal
    • Konversi biner ke heksadesimal
  3. Bilangan Oktal (octal)
    • Konversi oktal ke desimal
    • Konversi oktal ke biner
    • Konversi oktal ke heksadesimal
  4. Bilangan Heksadesimal (hex)
    • Konversi heksadesimal ke desimal
    • Konversi heksadesimal ke biner
    • Konversi heksadesimal ke oktal

1. Konversi Bilangan Desimal Ke Biner, Oktal, Dan Heksa

Konversi Desimal ke Biner
Dengan menggunakan rumus perhitungan konversi bilangan desimal ke basis lainnya kita bisa lakukan sebagai berikut.

Contoh :
6710 = …….2 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama kita bagi 67 dengan 2, didapat bilangan bulat hasil bagi adalah 33 dengan sisa hasil bagi adalah 1, atau dengan kata lain 67 = 2*33 + 1
  2. Selanjutnya bilangan bulat hasil bagi tersebut (33) kita bagi dengan 2 lagi, 33/2 = 16, sisa hasil bagi 1.
  3. Kemudian kita ulangi lagi, 16/2 = 8, sisa hasil bagi 0.
  4. Ulangi lagi langkah tersebut sampai bilangan bulat hasil bagi sama dengan 0. Setelah itu tulis sisa hasil bagi mulai dari bawah ke atas.
  5. Dengan demikian kita akan mendapatkan bahwa 6710 = 10000112.

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

Konversi Desimal ke Oktal
Dengan rumus yang sama seperti biner kita bisa lakukan juga untuk bilangan berbasis 8 (oktal).

Contoh:
6710 = …….8 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama 67/8 = 8, sisa 3
  2. Lalu 8/8 = 1, sisa 0,
  3. Terakhir 1/8=0, sisa 1.
  4. Dengan demikian dari hasil perhitungan didaptkan 6710 = 1038
  5. Anda juga dapat menggunakan fungsi microsoft excel DEC2OCT() untuk konversi bilangan desimal ke oktal.
Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

Konversi Desimal ke Heksadesimal

Seperti halnya biner dan oktal, kita pun akan menggunakan teknik perhitungan yang sama.

Contoh 1:
6710 = …….16 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama 67/16 = 4, sisa 3
  2. Lalu 4/16 = 0, sisa 4,
  3. Dengan demikian dari hasil perhitungan didapatkan 6710 = 4316
Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

Contoh 2:
9210 = …….16 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama 92/16 = 5, sisa 12 (ditulis C)
  2. Lalu 5/16 = 0, sisa 5,
  3. Dengan demikian dari hasil perhitungan didapatkan 9210 = 5C16

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

2. Konversi Bilangan Biner Ke Desimal, Oktal Dan Heksa

Konversi Biner ke Desimal
Untuk melakukan konversi dari bilangan biner atau bilangan berbasis selain 10 ke bilangan berbasis 10 (desimal) maka anda tinggal mengalikan setiap digit dari bilangan tersebut dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst, dari basis mulai dari yang paling kanan.

Contoh :
101102 = …….10 ?

Langkah - Langkah :
101102 = + 1x24 + 0x23 + 1x22 + 1x21 + 0x20 = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 2210

Konversi Biner ke oktal
Untuk melakukan konversi biner ke oktal lakukan bagi setiap 3 digit menjadi sebuah angka oktal dimulai dari paling kanan.

Contoh :
101102 = …….8 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama bagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3 digit biner: 10 dan 110.
  2. Kemudian konversi setiap kelompok dengan menggunakan perhitungan konversi biner ke desimal.
  3. Sehingga didapat 101102 = 268
Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa


Konversi Biner ke Hexadesimal
Konversi biner ke heksa desimal mirip dengan konversi biner ke oktal. Hanya saja pembagian kelompok terdiri dari 4 digit biner. Selain itu untuk nilai 10, 11, 12, .., 15 diganti dengan huruf A, B, C, …, F.

Contoh :
1110102 = …….16 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama bagi menjadi kelompok yang terdiri dari 4 digit biner: 11 dan 1010.
  2. Kemudian konversi setiap kelompok dengan menggunakan perhitungan konversi biner ke desimal.
  3. Sehingga didapat 1110102= 3A16


Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

3. Konversi Bilangan Oktal ke Desimal, Biner, dan Heksa

Konversi Bilangan Oktal ke Desimal
Untuk konversi oktal ke binner anda perlu mengalikan digit dengan pangkat dari bilangan 8.

Contoh :
3658 = …….10 ?

Langkah - Langkah :
Untuk melakukan konversi bilangan oktal ke bilangan berbasis 10 (desimal) lakukan dengan mengalikan setiap digit dari bilangan tersebut dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst, dari basis mulai dari yang paling kanan.

3658 = (3 x 82)10 + (6 x 81)10 + (5 x 80)10 = 192 + 48 + 5 = 245

Konversi Bilangan Oktal ke Biner
Cara ini merupakan kebalikan cara konversi biner ke oktal. Setiap digit oktal akan langsung dikonversi ke biner lalu hasilnya digabungkan.

Contoh:
548 = …….2 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama hitung 58 = 1012 (Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
  2. Lalu hitung 48 = 1002
  3. Sehingga didapat 548 = 1011002

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa


Konversi Bilangan Oktal ke Heksa desimal
Untuk perhitungan secara manual, konversi bilangan oktal ke desimal dilakukan dengan mengkonversi bilangan oktal ke bilangan basis antara terlebih dahulu. Ada dua cara yang sering digunakan untuk konversi oktal ke hexadecimal. Cara pertama konversi dahulu bilangan oktal ke desimal, lalu dari bilangan desimal tersebut dikonversi lagi ke heksadesimal. Cara kedua adalah dengan menkonversi bilangan oktal ke bilangan biner, lalu dari biner di konversi lagi menjadi bilangan heksadesimal. Cara kedua merupakan cara yang paling sering digunakan.

Contoh :
3658 = …….16

Langkah - Langkah :
  1. Konversi bilangan oktal menjadi bilangan biner

    3658 = 11 110 101 2

    angka 3, 6, dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner.
  2. Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 4 digit dimulai dari yang paling kanan
  3. Selanjutnya 4 digit biner transformasikan menjadi heksadesimal
    11 110 101 2 = F516


Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa

4. Konversi Bilangan Heksadesimal Ke Desimal, Biner Dan Oktal

Konversi Bilangan Heksa desimal ke desimal
Untuk konversi heksadesimal ke desimal lakukan dengan mengalikan digit bilangan heksa dengan pangkat bilangan 16 dari kanan ke kiri mulai dengan pangkat 0, 1, 2, …, dst

Contoh :
F516 = …….8 ?

Langkah - Langkah :
F516 = (15 x 161)10 + (5 x 16-0)10 = 240 + 5 = 245

Konversi Bilangan Heksadesimal ke Biner
Cara ini merupakan kebalikan cara konversi biner ke heksadesimal. Setiap digit heksadesimal langsung dikonversi ke biner lalu hasilnya dipadukan.

Contoh:
F516 = …….2 ?

Langkah - Langkah :
  1. Pertama-tama hitung F16 = 11112 (F16 = 1510 = 11112, Lihat cara konversi dari desimal ke biner)
  2. Lalu hitung 516 = 01012 (harus selalu dalam 4 digit biner, bila nilai hasil konversi tidak mencapai 4 digit biner maka tambahkan angka 0 di depan hingga menjadi 4 digit biner)
  3. Kemudian didapat F516 = 111101012

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa



Konversi Bilangan Heksa Desimal ke Oktal
Untuk konversi heksa desimal ke oktal mirip dengan cara konversi oktal ke desimal. Lakukan konversi heksadesimal ke biner terlebih dahulu lalu dari binner di konversi lagi ke oktal.

Contoh :
F516 = …….8

Langkah - Langkah :
  1. Konversi bilangan heksadesimal menjadi bilangan biner

    F516 = 1111 01012

    angka F dan 5 dikonversi terlebih dahulu menjadi biner.
  2. Kemudian bilangan biner tersebut dikelompokkan setiap 3 digit dimulai dari yang paling kanan
  3. Selanjutnya 3 digit biner transformasikan menjadi oktal
    11 110 101 2 = 3658

Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa


Itu dia Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa. Ini ada sedikit referensi buat tabel perbandingan antara bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksa 

Conversion Table
Decimal
Binary
Octal
Hexadecimal
0
0000
0
0
1
0001
1
1
2
0010
2
2
3
0011
3
3
4
0100
4
4
5
0101
5
5
6
0110
6
6
7
0111
7
7
8
1000
10
8
9
1001
11
9
10
1010
12
A
11
1011
13
B
12
1100
14
C
13
1101
15
D
14
1110
16
E
15
1111
17
F






























Oke teman-teman itulah sedikit ilmu tentang Cara Konversi Bilangan Desimal, Biner, Oktal, Dan Heksadesimal/Heksa, semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian, dan jika ada yang ditanyakan silahkan komentar ya :-)
[Read More...]


SENTENCE | POLA KALIMAT DALAM BAHASA INGGRIS




Noun yaitu jenis kata yang menunjuk sesuatu atau seseorang
Noun Phrase yaitu noun yang dimodifikasikan atau diterangkan, dijelaskan, diuraikan, dan dibatasi oleh embel-embel (modifiers) yang leataknya ada di depan, di belakang, atau di depan dan di belakang noun.
Pronoun yaitu kata yang digunakan untuk menggatikan nounseperti: I, You, They, He, She, It dan lain-lain.
Gerund yaitu kata benda yang berasal dari kata kerja dalam bentuk Ving.
Gerund Phrase yaitu gerund yang diikuti oleh elemen-elemen complemenentary seperti C, A, atau O.
To infinitive yaitu kata benda yang berasaldari kata kerja.
Adjective yaitu jenis kata yang berfungsi untuk menjelaskan, menerangkan, menggambarkan atau menguraikan noun.
Present participle yaitu bentuk Ving yang berfungsi sebagai non-noun(bukan noun) yaitu sebagai kata sifat (adjective) atau kata keterangan (Adverb)
Past Participle yaitu VIII yang berfungsi sebagai adjective dan atau adverb yang ditandai tidak adanya “auxiliary be” dan “auxiliary have” di depan VIII tersebut.
Verb yaitu suatu jenis kata yang menunjukkan perbuatan, tindakan, kegiatan atau keadaan dari subjek.
Verb phrase yaitu verb yang disusun atas verb utama yang di dahului oleh kata kerja bantu (auxiliary verb).
Pola Kalimat

Dalam bahasa inggris, bentuk kata kerja (verb) dan to be berubah mengikuti perubahan waktu terjadinya peristiwa. Bentuk kata kerja yang menunjuk perubahan waktu ini disebut tenses.
1. POLA KALIMAT I :
    S  +  V  + (O)  +  (A)
    S
    V
    O
    Adv
    He
    studies (verb I)
    studied (verb II)
    will study
    must study
    can study
    have studied (verb III)
    had studied (verb III)
    English

    at school
    last semester
    next year
    for his future
    efficiently
    for six years
    before it
    Dalam bahasa inggris kata kerja (verb) juga mempunyai pola2 tersendiri. Karena itu pola kalimat ini mempunyai beberapa variasi.

    a (S)  +  V  +  (O)  +  (Adv)
    For example:
    1. Read chapter 10.
    2. Please give your assignment tomorrow.
    3. Do not forget it.

    b. S   +   V   +   (Adv)
    For example:
    1. My father works in a foreign company.
    2. The guests arrived this morning.
    3. He has come to visit you.
    4. The poor man died because of hunger.
    c. S  +  V  +  O  +  (Adv)
    1. he speaks French fluently
    2. I can contact him if necessary
    3. He could finish the work in spite of his illness.
    d. S  +  V  +  O  +  O  +  (Adv)
    1. They told us the secret.
    2. My brother bought me a dictionary.
    e. S   +   V   +   O   +  preposition  +  O  +  (Adv)
    1. They told the secret to us.
    2. My brother bought a dictionary for me
    f. S  +  V  +  to infinitive +  (O)  +  ( Adv)
    1. The tourist wants to leave now.
    2. We forget to have lunch.
    g. S  +  V  +  gerund  +  (O)  +  (Adv)
    1. Some students like playing truant.
    2. His uncle has stopped smoking.

    h. S  +  V(linking verb)  +  complement(pelengkap)  +  (Adv)
    1. The boy looks happy this morning.
    2. The offer sounds interesting.
    3. He remained a teacher.
    i. S  +   V  +  O  +   complement (pelengkap)  + (Adv)
    1. I find statistics difficult
    2. They consider you a good student.
    j. S  +  V  +  O  + to infinitive  +  (Adv)
    1.We kindly asked her to come.
    2. The committee expect the delegation to arrive soon.
    k. S  +  v  =  O  + infinitive  + (O)  +  (Adv)
    1. The dean let them hold the meeting
    2. You must make your students think.

    l. S  +  V  +  O  +  Ving  +  (Adv)
    1. I saw the children playing in the street.
    2. The librarian often catches students stealing the books.
    m. S  +  V  +  O  +  VIII  +  (Adv)
    1.     We will have the car repainted.
    2.     The clerk can get the identity card done for you.

    2. POLA KALIMAT II :
    S  +  to be  +  complement  +  (Adv)
    Pola kalimat ini mempunyai variasi:
    a. S  +  to be  +  Adjective (kt.sifat)
    1. Those flowers are beautiful.
    2. The passengers of the wrecked ship were hopeless
    3. Smoking is not good for health.
    4. (You) Be careful
    Pada pola  TO BE tidak mempunyai arti secara harfiah. Pola ini sering pula diikuti oleh to infinitive.
    Contoh:
    1. I am pleased to meet you.
    2. Statistics is difficult to learn.

    b. S  +  to be  +  Noun (Kata benda/dibendakan)
    1.     I am a student.
    2.     My hobby is reading
    3.     Its purpose is to get some information.
    4.     To love is to sacrifice.
    Dalam variasi pola ini TO BE bisa diartikan adalah. Sedangkan reading(Ving), to get, to love, dan tosacrifice(to  infinitive) dalam hal ini dianggap benda/dibendakan.
    c.  S  + to be  +  preposition/ Adv
    1. All the instruments are in the laboratory
    2. The child’s mother is there.
    3. The mountaineers are on the right way.
    Dalam variasi pola ini TO BE bisa diartikan ada/berada

    c. S  +  to be  +  Verb ing (sedang)
    1.     The government is building more vocational schools
    2.     They were working in the project.

    d. S   +  to be  + verb III  (pasif: di-/ter-)
    1. This bridge is made of concrete
    2. Some of the machines are produced in Indonesia.

    e. S  +  to be  +  to infinitive  (harus; direncanakan)
    1.     You are to leave tomorrow
    2.     The minister is to arrive this afternoon.
    f.  S  +  to be  +  Noun clause
    1. My reason is that your presence is very poor.
    2. That is what I am looking for.

    3. POLA KALIMAT III :
    There  +  to be  +  S  +   (Adv)
    Dalam pola seperti ini there bukan berarti di sana, tetapi mempunyai arti ada.
    Contoh
    1. There is a book on the table.
    2. There are some differences between them.
    3. There is not much improvement in his study.

    4. POLA KALIMAT IV :
    It  +  to be/ Verb(lingking) + complement  +  S  +  (Adv)
    Pola ini mempunyai kesamaan dengan pola kalimat II.

    1. To smoke much is bad It  is bad to smoke much.
    S                     V   C                  V   C                 S


    2. That he came here is true It  is true that he came here
    S                  V   C                   V    C                S

    3. It seems primitive to suggest such an idea.
    4. It becomes clear that she is innocent.
    It   +  V  +  (O)   +  S  +  ( Adv)
    5. It needs a lot of money to finance your study.
    6.  It took the party two hours to get to the top of the mountain.
    7.  It seems that youth expect more but work less.
    [Read More...]


    Popular Posts

    Categories

    Out Sponsor

    Download Anime Manga Subtitle Indonesia
    Return to top of page Copyright © 2011 | Platinum Theme Converted into Blogger Template by Blogger Tutorial